Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Gak terasa, 2017 sudah di depan mata. Buat saya dan teman-teman traveler lainnya, biasanya langsung pantau tanggal merah untuk mengambil cuti. Tapi kadang, cuti yang diharapkan tidak bisa panjang, akhirnya kita yang sakau-sakau traveling ini akan memilih kota-kota di Pulau Jawa untuk berlibur. Gak perlu jauh-jauh dari Jakarta, kita bisa ke Kota Magelang yang bisa dicapai 6-8 jam dari ibukota. 

Berlibur ke Kota Magelang tentu menjadi pilihan menarik untuk memanfaatkan akhir pekan kamu, sekaligus mempelajari sejarah dan budaya. Belajar sejarah tidak hanya dari buku lho! Banyak tempat wisata sejarah dan budaya yang tersebar di penjuru Kota Magelang, yang bikin kamu seakan kembali ke masa lalu dan pastinya akan semakin mengenal Indonesia. 

Banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Magelang, bukan sekedar berlibur tetapi mempelajari sejarah Indonesia melalui kunjungan wisata  ke candi-candi peninggalan zaman kerajaan Hindu-Budha. Kita jangan mau kalah dengan bule-bule itu... Inilah salah satu daya tarik Kota Magelang yang menjadikannya kota fenomenal dan terkenal sampai mancanegara karena menyimpan salah satu candi yang menjadi icon keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Bahkan saya pernah nge-host Couchsurfer dari Singapura yang khusus jauh-jauh datang untuk melihat Candi Borobudur karena sejak kecil terobsesi dari gambar di buku!

Tak hanya wisata candi, Kota Magelang juga menawarkan banyak wisata alam seperti pegunungan, perbukitan, grojogan/air terjun dan wisata hutan pinus. Wisata religi dan wisata keluarga juga banyak ditemui di sana. Jadi bisa ajak anak, ponakan, sepupu, cucu, main ke sini!

Eit, sebelum liburan di sana, lebih baik mencari tempat menginap yang tempat menginap yang nyaman dan dekat dengan lokasi tujuan wisata karena kalo lagi musim liburan, kota ini dipadati dengan wisatawan sampai tumpah ruah. Jangan sampai sudah di sana baru mencari penginapan. Banyak hotel penginapan di sekitar lokasi wisata yang bisa di temukan pada Website Traveloka dengan standar internasional dan fasilitas serta pelayanan yang baik. Selain itu, kita bisa baca-baca review dari pelanggan sebelumnya sebelum menentukan pilihan sesuai budget.

Hotel-hotel di Kota Magelang juga cocok untuk business trip, sudah dilengkapi dengan meeting room yang sangat nyaman dan bisa menjadi tujuan utama saat melakukan perjalanan dinas sambil liburan. Selain itu, hotel-hotel di Kota Magelang juga sudah dilengkapi dengan fasilitas penyewaan transportasi dari dan ke bandara, penyewaan mobil, dan penyewaan sepeda. Hal tersebut tentu memudahkan para wisatawan menuju lokasi wisata dengan mudah harga yang cukup terjangkau. Tinggal datang ke reception, request, beres!

Kalau ditanya nanti sudah di Magelang melihat tempat wisata apa, berikut daftarnya!

Candi Borobudur
Candi Borobudur yang merupakan salah satu warisan budaya dunia ini adalah peninggalan kerajaan Budha yang dibangun pada masa wangsa Syailendra. Kemegahan dan keunikan arsitekturnya yang terbuat dari batu menjadi daya tarik luar biasa, mengingat pada masa dahulu kala masih menggunakan peralatan sederhana karena belum ada teknologi canggih. Candi yang dibangun sekitar 750 tahun sebelum Masehi ini memiliki 72 stupa. Stupa yang paling besar berada di puncak candi dan stupa lainnya mengelilingi candi sampai ke lantai dasar candi. Candi yang terdiri dari 7 tingkatan ini memiliki beberapa keunikan, salah satunya adalah adanya ukiran yang menggambarkan kisah Mahabarata yang merupakan kisah fiksi dalam kitab Mahabarata. Kisah ini menceritakan perang saudara antara Pandhawa dan Kurawa. Ah, saya yakin kalian semua sudah hafal dari pelajaran IPS, kan? hehe. Banyak sekali keunikan dari kemegahan candi ini sehingga UNESCO menjadikan Candi Borobudur sebagai salah satu UNESCO World Heritage.

Berikut penampakan kemegahan Candi Borobudur 
Courtesy Wikipedia.org
Candi Mendut
Candi Mendut adalah candi peninggalan kerajaan Budha yang terbuat dari batu bata berbalut batu alam. Candi yang dibangun sekitar abad ke 9 Masehi ini juga tak kalah fenomenalnya dengan Candi Borobudur. Menurut riwayat sejarah prasasti yang ada, candi ini dibangun untuk pemujaan dewa-dewa khayangan dan para bidadari. Keunikan dan ciri khas dari candi mendut ini terletak pada bentuk bangunan dan ukiran yang menggambarkan banyak dewa dan dewi. Kemegahan candi juga terlihat dari struktur bangunannya.


Courtesy of Wikipedia.org
Air Terjun Kedung Kayang
Air Terjun Kedung Kayang terletak di antara kaki Gunung Merapi dan Merbabu yang memiliki ketinggian sekitar 950 meter di atas permukaan laut. Air Terjun Kedung Kayang sangat deras dan dingin airnya menyegarkan. Tidak sulit menuju lokasi Air Terjun Kedung Kayang karena akses jalan sudah bisa dilalui mobil. Pemandangan alam yang indah dan hijau di sepanjang perjalanan menuju lokasi menciptakan suasana damai dan nyaman. Di sisi kanan dan kiri jalan menuju lokasi air terjun ini, banyak pedagang kuliner yang menjajakan makanan dan oleh-oleh khas Kota Magelang.

Courtesy of Fourlook.com
Taman Panca Arga
Taman Panca Agra adalah sebuah kawasan wisata di Kota Magelang yang sangat bagus untuk mengenang nilai-nilai nasionalisme dan sejarah kemerdekaan. Karena selain taman bermain, banyak peninggalan-peninggalan zaman Belanda yang tersimpan di Taman Panca Agra ini. Beberapa peninggalan tersebut antara lain meriam-meriam yang digunakan pada masa perang kemerdekaan dan tank-tank berukuran besar yang digunakan para serdadu Belanda. Berkunjung ke tempat ini bisa menjadi nostalgia jaman penjajahan. Widiiiwww...



Courtesy agusmulyadi.web.id
Gimana? Menarik kan, kita gak perlu jauh-jauh untuk bisa berlibur, cukup ke Kota Magelang dan menikmati lengkapnya pilihan wisata di sana.

-@travelitarius (masih) penelitian di Poso
Read More
Jangan bilang Indonesia kurang punya museum yang keren dan tertata. Jika sedang berkunjung ke Solo, luangkan waktu untuk mendatangi House of Danar Hadi yang bertempat di Jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota. Museum ini dijamin bisa membuat kita berujar, "Wah, museumnya keren banget!"

House of Danar Hadi adalah kompleks bangunan bersejarah yang digunakan untuk wisata budaya bertema batik. Kompleks ini terdiri dari galeri Danar Hadi, Museum Batik Kuno, Cafe Soga, dan multi function purpose hall Ndalem Wuryaningratan. 
Tampak depan House of Danar Hadi (HDH)
Kompleks ini merupakan bangunan cagar budaya, yang dulunya adalah kediaman cucu dari Pakubowono IX dan kediaman menantu Pakubuwono X. Kediaman inilah yang menjadi bangunan utama yang mendominasi lahan kompleks yang disebut sebagai Ndalem Wuryaningratan. Gedung ini dibeli oleh H. Santosa Doellah, pemegang merek Danar Hadi, Sewaktu saya ke sana, saya tidak bisa memasuki bangunan tersebut karena hanya dibuka ketika ada hajatan.
Ndalem Wuryaningratan
Paling depan adalah galeri Danar Hadi yang menjual batik-batik berkualitas mulai dari kain, pakaian jadi, alas kaki, sampai pernak-pernik seperti boneka. Harganya? Mahal, tapi worth the price. Karena tujuan kami ke sana adalah mengunjungi museumnya, kami langsung ke gedung museum yang ternyata ada di pojok kiri belakang. 
Pintu masuk museum. Sampai dalam, udah gak boleh poto-poto
"Ada yang bisa dibantu?" tanya petugas museum, membuka pintu museum dan tersenyum kepada kami yang kebingungan di depan pintu. 
"Eh, iya, Pak," kata saya, "kami mau masuk ke museumnya."
"Sudah beli tiketnya?" 
"Belum," jawab kami dengan bodoh.
"Silakan dibeli di kasir depan dulu ya Mbak."

Oooh, ternyata harus beli tiket masuk dulu di gedung galeri yang menjual batik yang sebelumnya kami skip karena sok tau. Berbekal kartu mahasiswa, kami mendapatkan harga diskon, yaitu Rp 15.000 dari awalnya Rp 35.000. Hehehehe, the perks of being a student!

Semua rombongan yang masuk ke museum harus mengikuti guided tour. Wah keren kayak di Museum Kebudayaan Jawa Ullen Sentalu di Kaliurang Jogja. Bedanya, karena kami datang berempat, kami lebih intim dengan guide kami (cieh), namanya Mbak Inggit yang informatif banget. Guide kami berjilbab, memakai batik, berkacamata, medok, dan ayu, tipikal cewek Solo banget. 

Mulailah kami berkeliling selama 45 menit ke 11 ruangan yang ada di sana. Sewaktu ke sana, suasana sudah sepi sekali, padahal waktu itu hari Minggu jam 3 sore. Museum ini memegang rekor MURI sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak, sebanyak 10.000 helai. Namun tidak semua dipajang, yang dipajang ketika kami datang sekitar 600 helai saja. Dari semua itu, kain-kain dipajang bergantian. Kami dilarang mengambil foto dan menyentuh kain di dalam museum. Ruang pertama kami diceritakan tentang filosofi dan makna dari kain-kain yang dipakai raja-raja zaman dahulu. 

Batik-batik dipajang direntangkan di sebilah kayu dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Batik Solo, batik Jogja, batik Pekalongan, batik Madura, batik Lasem, batik Cirebon, batik Belanda, batik Cina, batik India. Saya suka sekali penataan di dalam museum ini, semuanya ditata dengan detail dan memperhitungkan estetika. Apalagi bangunan yang berciri Belanda dan gebyok-gebyok Jawa pembatas antar ruangan membuat kombinasinya makin cantik. 

Sebagian besar koleksi yang dipajang adalah koleksi milik pemilik Danar Hadi didapatkan dari pembelian dan menang lelang, jadi museum ini bisa dibilang museum swasta. Ada juga batik-batik hibah dari orang-orang penting di Indonesia, seperti mantan presiden dan pengusaha.

Di ruangan lain kita juga diperlihatkan alat dan bahan dalam membuat batik, seperti kain mori, lilin, warna celupan dari tumbuh-tumbuhan, serta berbagai macam jenis canting. Diperlihatkan pula step-by-step membuat sehelai batik, dari kain putih polos, pembuatan pola, menutup dengan malam, dicelup, diluruhkan, ditutup lagi dengan malam, dicelup lagi sampai warna yang diinginkan sudah keluar. Tak heran, sehelai kain batik tulis harganya bisa jutaan rupiah. 

Setelah guided tour selesai di ruang terakhir, kemudian kami tiba-tiba sudah di dalam galeri yang menjual batik. Rupanya pintu terakhir langsung nembus ke sana dan seketika Mbak Inggit mengunci pintu di belakang kami. Oalah.
Detail dinding samping Ndalem Wuryaningratan
Overall, saya suka sekali dengan museum ini. Inilah standar museum yang seharusnya ada di Indonesia. Walalupun harganya lebih mahal dari museum yang dikelola pemerintah, tapi kalau penataan dan guided tour-nya memuaskan pengunjung juga gak rugi bayar lebih mahal. 

Recommended! Harus dikunjungi kalo ke Solo!

Alamat:
Jl. Brigjen Slamet Riyadi 261, Surakarta
Tel.: 0271 714326

Jam Buka
Setiap hari, kecuali 17 Agustus dan hari-hari raya Islam
09.00 - 16.30

@travelitarius exam mode = ON
Read More
We expect the unexpected when travel. There’s no damn thing about perfection in traveling. We plan, God laughs.

Perjalanan ke Jawa Timur tahun lalu banyak cerita sialnya. We make mistakes, we learn from that. Semoga bisa menjadi pelajaran buat orang lain.

1. Sepatu saya jebol. Yaiyalah, sepatu kets dari jaman kelas 6 SD itu emang udah renggang dikit solnya. saya pede gonjreng banget sepatu itu bisa tahan buat hiking. Ha. Perkiraan saya salah. Sesampenya di Juanda, saya ngerasain sepatunya ngropos. Bener aja, solnya copot semua! Hancur lebur. Sempet diketawain sama petugas bandara, saya ganti ke sendal jepit dan sepatu busuk itu saya makamkan di tong sampah Juanda.

Problem solved: saya bela-belain nongkrong di depan Ramayana deket Terminal Bungurasih supaya bisa beli sepatu. saya pengunjung pertama pagi itu, milih-milih, akhirnya beli sendal gunung Carvil seharga 80 ribu (maunya yang murah). Ternyata sendal gunung itu sakti, bisa nganterin saya sampai Kawah Ijen, dan sampe sekarang masih oke. I love cheap!
Read More
Mendaki gunung adalah hal yang paling pengen saya kerjain di tahun ini. saya selalu penasaran apa yang dicari manusia-manusia petualang menuju puncak-puncak bumi? Bukankah mendaki sendiri adalah pengalaman yang menyusahkan? Bayangin, lo pergi, nanjak, dengan beban belasan kilo, menuju puncak, foto-foto sebentar di atas, terus turun lagi? Buat apa semua susah payah itu?

Dan teman saya akhirnya mengajak saya ke Kawah Ijen, yg ngebutuhin pendakian. Saatnya ngejawab penasaran itu! Gimana sih sensasi mendaki gunung?

Kebetulan agenda kami ini dibarengin dengan nonton Jember Fashion Carnaval 2013 di Jember. Nonton karnaval heboh ini kesampaian juga karena dapet tiket pp Mandala yang murah banget. Akhirnya saya dapet jadwal pp yg oke, Jumat pagi berangkat, Minggu malem pulang, CGK-SUB. Berhubung karnavalnya hari Minggunya, maka kami punya waktu luang di Jumat dan Sabtunya, yang akhirnya kami manfaatin buat berkunjung ke Bondowoso dan hiking ke Ijen.
Read More
Previous PostOlder Posts Home